Blog Image

Blog

1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN ANAK, SEBERAPA PENTING SIH?

March 10, 2021
/
SUNKRISPS EDU
1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN ANAK, SEBERAPA PENTING SIH? image

Moms, tahu enggak sih kalau ternyata pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting loh mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini! Yang disebut 1.000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari saat pembuahan di dalam rahim ibu sampai anak berusia 2 tahun.  Coba perhatikan anak usia 2 tahun tinggi badannya  sudah mencapai setengah dari tinggi orang dewasa, dan perkembangan otaknya sudah mencapai 80% dari otak dewasa.

 

Perkembangan otak yang sangat pesat pada usia di bawah 2 tahun ini disebut periode kritis perkembangan, dan merupakan waktu yang  tepat untuk melakukan pemulihan apabila ada gangguan perkembangan. Menurut penelitian, ternyata  angka kejadian  gangguan tumbuh kembang anak cukup tinggi Moms. Karena itu, kita sebagai orangtua harus selalu memantau tumbuh kembang Si Kecil khususnya di 1.000 hari pertamanya.

Kenapa sih hal itu penting dilakukan? Semua ini tujuannya agar Moms dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak dan menemukan secara dini gangguan tumbuh kembang seperti:

  1. Penyimpangan pertumbuhan: misalnya status gizi kurang atau buruk, anak pendek/stunting

  2. Penyimpangan perkembangan: misalnya terlambat bicara

  3. Penyimpangan mental emosional anak: misal gangguan konsentrasi dan hiperaktif

Untuk skrining pertumbuhan dapat dilakukan dengan menimbang berat badan, mengukur panjang / tinggi badan dan lingkar kepala, dan kemudian diplotkan ke dalam kurva pertumbuhan  yang sesuai untuk umur dan jenis kelamin yang ada dibuku kesehatan anak.

Untuk skrining perkembangan dapat dilakukan dengan pengamatan langsung pada Si Kecil oleh petugas kesehatatan dan juga menggunakan kuesioner / lembar jawaban pertanyaan yang dijawab oleh orangtua atau menggunakan buku kesehatan Ibu dan Anak.

Nah sekarang pertanyaan selanjutnya, siapa yang dipantau dan dimana ?

  1. Semua anak umur 0-6 tahun,  dapat dilakukan pemantauan di tingkat Puskesmas.  

  2. Semua bayi/anak yang mempunyai “risiko tinggi” dipantau oleh dokter anak di rumah sakit.

Apasih yang dimaksud bayi/ anak yang mempunyai “risiko tinggi”? Mereka adalah bayi yang dalam perkembangannya masih normal tetapi dapat  terjadi gangguan perkembangan. Contoh bayi risiko tinggi  yaitu bayi-bayi yang  mempunyai riwayat  lahir kurang bulan, berat lahir rendah, bayi baru lahir yang  mengalami infeksi, penurunan kadar gula darah, sindroma sesak napas, atau kejang.    

Bila bayi/anak dinyatakan normal, tetap masih diperlukan skrining perkembangan karena tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang masih terus berlangsung dan dalam perjalanannya dapat mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Skrining / pemantauan tumbuh kembang untuk bayi dianjurkan tiap bulan,  Anak usia 12 sampai 24 bulan dianjurkan tiap 3 bulan, dan anak usia 24 bulan sampai 72 bulan dianjurkan tiap 6 bulan.

Lalu apa saja ya yang kita perlu lakukan untuk mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan?

Tentunya kita harus memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu: Asuh, Asih, Asah

  • Asuh: kebutuhan fisik-biomedis meliputi antara lain pemberian ASI, gizi yang sesuai, kelengkapan imunisasi,  pengobatan bila anak sakit, pemukiman yang layak, kebersihan individu dan lingkungan, rekreasi dan bermain.

  • Asih: kebutuhan emosi dan kasih sayang.

  • Asah: kebutuhan akan stimulasi mental yang merupakan cikal bakal untuk proses belajar anak.