Blog Image

Blog

SUDAH PERHATIKAN HAL INI UNTUK SNACK SI KECIL?

March 23, 2021
/
SUNKRISPS EDU
SUDAH PERHATIKAN HAL INI UNTUK SNACK SI KECIL? image

Saat si Kecil memasuki usia 6 bulan, mereka sudah mulai bisa mengenal berbagai macam rasa melalui menu makanan pendamping ASI, oleh karena itu ketika memasuki usia 8 bulan, Moms bisa mulai memberikan camilan untuk Si Kecil.

Tapi kita harus pastikan kalau camilan yang Moms berikan itu makanan sehat yang bisa membantu melengkapi asupan gizi Si Kecil ya. Bahkan sangat direkomendasikan camilan untuk bayi memiliki kandungan zat gizi yang tidak jauh berbeda dari makanan utamanya.

Tanpa disadari, menyajikan camilan sehat untuk Si Kecil bukan pekerjaan mudah. Karena Moms harus memperhatikan kandungan gizi di dalamnya, dan beberapa hal lainnya. Selain harus menyajikannya dalam pilihan menu yang bervariasi dan memperhatikan kandungan gizi di dalamnya, Moms juga masih perlu untuk memperhatikan beberapa hal lainnya lho! Kita cek yuuk..

TEKSTUR

Tekstur snack untuk si Kecil sangat beragam dan harus disesuaikan dengan usianya ya Moms! Moms bisa mulai dengan memperkenalkan snack dengan tekstur halus seperti puree buah dan yoghurt, atau tekstur yang lebi keras seperti buah potong, biskuit dan sayuran rebus

WAKTU

Snack time adalah waktu makan di sela-sela makan besar, berjeda sekitar 3 jam antara makan besar terutama setelah sarapan dan makan siang. Biasanya snack terletak di antara pukul 10 pagi, pukul 3-4 sore, dan sebelum tidur jika diperlukan. Sebenarnya, jika kita perhatikan, ini adalah waktu-waktu yang memang biasanya anak merasa lapar dan cranky. Hal tersebut merupakan reaksi tubuh yang normal, karena memang dalam 2-3 jam setelah makan, lambung mulai kosong, karena makanan masuk ke saluran pencernaan dan rasa lapar akan kembali timbul. 

PORSI

Snacking adalah makanan kecil di sela makan besar, sehingga porsinya tentu tidak sebanyak makan pagi, makan siang maupun makan malam. Sekitar seperempat sampai sepertiga porsi makan besar Si Kecil.

NUTRISI

Pilihan snack yang baik terdiri dari karbohidrat, protein, dan serat jika memungkinkan, sehingga menimbulkan efek low glycaemic load. Makanan dengan glycaemic load yang rendah diserap lebih stabil, sehingga rasa kenyang dan gula darah pun lebih stabil, mengurangi risiko kantuk maupun moody sehabis makan. Ingat, ya, Moms, yang kita cari adalah karbohidrat sehat bukan gula tambahan. Terlalu banyak gula tambahan justru akan menimbulkan efek hiperaktif pada anak. Sementara, jika terlalu banyak lemak tambahan juga tidak baik, karena proses mencerna makanan yang terlalu lama di lambung menyita banyak energi, padahal tujuan dari snacking adalah untuk menyuplai energi tambahan di antara jam makan besar. Camilan yang sebaiknya dikonsumsi juga yang rendah akan sodium. Makanan yang tinggi sodium sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan hipertensi dan kehausan.

Sumber: parenting.co.id